Senin, 03 Agustus 2015
Senin, 11 Mei 2015
Tugas ke 7 Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap Tingkat Penjualan
Pengaruh Kepuasan dan Loyalitas Konsumen
Terhadap Tingkat Penjualan Suatu Produk.
Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, konsep pemasaran modern pun
mengalami perkembangan dengan menempatkan konsumen sebagai perhatian utama.
Produsen berlomba-lomba untuk sebisa mungkin dapat bersaing dengan kompetitor.
Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya perusahaan yang menghasilkan
produk dengan jenis dan kegunaan yang sama akan tetapi berbeda harga, fitur
produk, layanan, kualitas. Konsumen pun bersikap lebih selektif dan kritis
dalam memilih produk yang akan dibeli. Mereka tidak lagi membeli produk
berdasarkan fisiknya saja, namun juga melihat kualitas dan segala aspek yang
tersedia dari produk tersebut.
Konsumen tidak hanya
membeli produk itu sendiri, tetapi pada inti yang sebenarnya konsumen membeli
manfaat ( benefit) dari produk yang bersangkutan. Jadi perusahaan yang bijak
akan menjual manfaat produk sekaligus produk itu sendiri untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen. Wheeler, seorang pengarang dan konsultan
pelatihan penjualan pernah berkata, “Jangan menjual daging bistik, tetapi
juallah aroma uapnya.” Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang
ini, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama. Pelanggan diibaratkan seorang
raja yang harus dilayani, namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya
kepada pelanggan. Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara
menguntungkan atau bersifat “win-win situation” yaitu keadaan dimana kedua
belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.
Menurut Kotler
(1997:36), kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang
berasal dari perbandingan antara kesan terhadap kinerja (hasil) suatu produk
dengan harapan yang dimiliki. Teori Sumarwan (2004:158) menyatakan faktor utama
yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan yaitu kualitas
pelayanan, pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang
baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan; emosional, pelanggan akan merasa
bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap dia
apabila menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung mempunyai
tingkat kepuasan yang tinggi; dan biaya, pelanggan yang tidak perlu
mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan
suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa tersebut. Semakin
puas pelanggan maka semakin toleran terhadap kenaikan harga (elastisitas harga
yang menurun) dengan demikian akan menghasilkan profit. Kepuasan pelanggan
didasarkan secara konseptual pada penggabungan dan atribut kualitas jasa dan
atribut lain seperti harga dan convenience. Loyalitas konsumen secara umum
dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa
tertentu. Loyalitas konsumen merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan
konsumen dalam menggunakan fasilitas maupun jasa pelayanan yang diberikan oleh
pihak perusahaan, serta untuk tetap menjadi konsumen dari perusahaan tersebut. Loyalitas
tersebut terbentuk disebab kan adanya hubungan positif yang terjadi antara
produsen dan konsumen. Produsen dapat memahami dan memenuhi harapan konsumen,
begitu pula sebaliknya konsumen yang merasakan keuntungan mampu memberikan
komitmen terhadap produsen (perusahaan).
Kepuasan pelanggan
sebagai tolak ukur bagi loyalitas konsumen harus menjadi perhatian bagi suatu
perusahaan karena kepuasan pelanggan akan mempengaruhi kinerja keuangan setiap
perusahaan. Kepuasan pelanggan merupakan tanggapan atas terpenuhinya kebutuhan
mereka. Mengetahui kebutuhan pelanggan diharapkan akan tercipta kepuasan
konsumen yang akan berujung kepada loyalitas. Dimana loyalitas disini adalah
diharapkan konsumen akan datang untuk melakukan pembelian ulang, setia pada
merek tertentu dan mau menjadi mitra dengan memberikan rekomendasi kepada orang
lain. Dalam memberikan layanan yang bertujuan untuk memberi kepuasan bagi
pelanggan, ada beberapa keuntungan yang dapat diambil. Keuntungan pertama yang
terbesar yaitu kepercayaan pelanggan, karena pelanggan menilai mutu produk
dengan apa yang mereka lihat dan pahami. Keuntungan kedua, bahwa pelanggan
mendapat nilai maksimum dari pembeliannya dan memungkinkan pelanggan dengan
cepat dan mudah menggunakan seluruh manfaat dari produk yang telah dibelinya.
daftar pustaka: 1. http://blog.ub.ac.id/nurulnh/2013/03/23/pengaruh-kepuasan-dan-loyalitas-konsumen-terhadap-tingkat-penjualan-suatu-produk/
daftar pustaka: 1. http://blog.ub.ac.id/nurulnh/2013/03/23/pengaruh-kepuasan-dan-loyalitas-konsumen-terhadap-tingkat-penjualan-suatu-produk/
Tugas ke 6 Pengaruh Harga Terhadap Penjualan
Pada era globalisasi
sekarang, segala sesuatu berjalan dan berkembang dengan pesat.
Cepatnya laju
pertumbuhan ekonomi dewasa ini diikuti dengan banyaknya perusahaan. Hal ini akan mendorong adanya
persaingan,terutama bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang sejenis. Akibat
adanya persaingan tersebut,baik langsung maupun tidak langsung perusahaan
terpengaruh dalam hal memasarkan produk-produk atau barang-barang yang di
hasilkan, sehingga tingkat persaingan menunjukan tendensi yang meningkat,
karena itu setiap perusahaan dengan berbagai cara berusaha untuk di terima oleh
konsumen. Dengan demikian hal ini mengharuskan para pengusaha untuk selalu
mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dan semaksimal mungkin mencari
tehnik-tehnik baru dan cara untuk meningkatkan volume penjualan, karena semakin
padatnya persaingan antara sesama perusahaan yang menghasilkan produk-produk
sejenis. Maka perusahaan dalam memproduksi suatu produk haruslah dapat berusaha
untuk menarik dan member kepuasan kepada konsumen dengan berbagai cara,
sehingga perusahaan dapat mencapai laba yang maksimal serta volume penjualan
yang tinggi, yang merupakan tujuan perusahaan.
Pengusaha yang sudah
mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting
untuk mencapai sukses
bagi perusahaannya akan mengetahui cara dan falsafah yang terlibat di dalamnya
yaitu konsep pemasaran. Konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan
terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba,
maka seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan.
Untuk memenuhi tujuan tersebut, kegiatan ini meliputi personalia, keuangan, pemasaran,
produksi dan kegiatan lain.
Definisi lain
mengatakan konsep pemasaran adalah orientasi manajemen
yang menekankan bahwa
kunci pencapaian tujuan organisasi terdiri dari kemampuan
perusahaan tersebut
memenuhinya dengan kepuasan yang diinginkan secara efektif dan efisien dari
pesaing.
Sudah di kemukakan di
muka bahwa penetapan harga yang sudah bersaing di pasar,
promosi penjualan
yang baik merupakan usaha perusahaan untuk dapat mengembangkan perusahaanya
agar dapat meningkatkan volume penjualan dan laba yang di terima dengan jalan
memperbaiki apa yang telah di lakukan perusahaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen. Bila harga dan produk yang di tawarkan sudah bersaing
di pasaran maka konsumen akan melihat pada barang atau produk yang di berikan apakah
telah sesuai dengan harga yang di tawarkan. Dalam promosi barang yang di tawarkan
harus memiliki kualitas yang baik agar konsumen mempunyai pilihan dalam membeli
sehingga tidak perlu mencari ke perusahaan lain. Kesimpulan yang dapat di
peroleh di uraian di atas yaitu bahwa dengan harga dan produk yang bersaing di
pasaran dan promosi dengan peningkatan volume penjualan adalah merupakan suatu
kegiatan dan sekaligus mendukung antara yang satu dengan yang lain.
Daftar pustaka :
Tugas ke 5 Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Pertumbuhan
ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan
nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi makro, dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi
biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat
indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Pertumbuhan ekonomi perlu
diukur sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk
perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional dan sebagai dasar
penentuan prioritas pemberian bantuan luar negeri oleh Bank Dunia atau lembaga
internasional lainnya. Dalam pertumbuhan
ekonomi badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2015
sebesar 4,71 persen.
Angka
ini turun 0,5 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama
tahun lalu yang mencapai 5,21 persen. “Jika dibandingkan dengan
kuartal IV 2014, angka pertumbuhan ekonomi turun 0,18 persen,” kata Kepala BPS
Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 5 Mei 2015. Suryamin
menyebutkan setidaknya tiga penyebab utama perlambatan ekonomi pada kuartal I
2015 ini. Faktor pertama adalah perlambatan ekonomi yang juga dialami negara
mitra dagang utama Indonesia. Ia mengatakan Cina pun mengoreksi pertumbuhan
ekonominya dari 7,4 menjadi 7,0 persen.
Begitu juga dengan Singapura yang mengoreksi
pertumbuhan ekonominya dari 4,9 menjadi 2,1 persen. “Tentu ini berpengaruh pada
kinerja perdagangan kita,” kata dia. Faktor kedua adalah melemahnya harga
minyak dunia yang dinilai juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Terakhir,
kata Suryamin, penyebab melambatnya ekonomi nasional adalah kinerja ekspor dan
impor yang turun pada kuartal I 2015.
Langganan:
Postingan (Atom)
